indosiar.com, Jakarta - Pimpinan Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Rabu (02/05/07) kemarin, menggelar pertemuan membahas rencana reshuffle kabinet yang akan dilakukan presiden. Dalam pertemuan tersebut DPR mengusulkan dua acuan reshuffle yakni terkait menteri yagn sakit dan menteri yang tidak produktif.
Hadir dalam pertemuan itu antara lain Ketua Fraksi Partai Demokrat Syarif Hasan, Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan, Wakil Ketua Fraksi Partai Golongan Karya Ferry Mursyidan Baldan serta sejumlah pimpinan fraksi lainnya.
Salah satu agenda yang dibahas dalam pertemuan ini menyangkut rencana reshuffle yang dilakukan presiden. Dalam keterangannya Ketua Fraksi Partai Demokrat Syarif Hasan menegaskan bahwa reshuffle adalah hak presiden, namun sebagai pertimbangan pimpinan DPR mengajukan dua kriteria pergantian menteri yakni karena alasan kesehatan ataupun kinerja yang tidak maksimal. Namun dari kriteria yang ada, Syarif Hasan hanya menyebut nama Menteri Negara BUMN Sugiharto yang dianggap kinerjanya tidak maksimal.
Syarif menolak menjelaskan berapa jumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu yang layak diganti. Sebagai fraksi pendukung pemerintah dirinya hanya berharap pergantian ataupun reposisi menteri yang ada dapat menunjang kinerja pemerintah di masa mendatang. (Ery Sofyan Hakim/Kiki Suharton/Sup)