indosiar.com, Gresik - Pipa minyak milik perusahaan kilang minyak mentah dan gas alam PT Amerta Hess Indonesia yang bocor hingga Senin (13/04/09) kemarin, belum dapat diatasi oleh Hess. Kebocoran yang sudah berlangsung sejak 8 April lalu ini menimbulkan pencemaran pantai pesisir Manyar.
Kebocoran pipa milik PT Amerta Hess Indonesia Ltd yang mengalirkan liquid hidrokarbon ke lepas pantai Ujung Pangkah di Kabupaten Gresik terjadi pada hari Rabu 8 April 2009 lalu. Namun hingga kemarin kebocoran belum dapat diatasi.
Ini terlihat dari tumpahan minyak yang terlihat di pantai pesisir Manyar dan ini berpontensi menimbulkan pencemaran yang lebih luas. Kapolres Gresik, AKBP M Iqbal, yang melihat lokasi kebocoran menduga adanya rembesan minyak mentah dari pipa dan tumpah ke pantai. Untuk itu jajaran Polres Gresik juga mengambil beberapa derigen sampel air laut yang telah tercemar liquid hidrokarbon untuk dilakukan uji di Labfor Polda Jatim.
Pihak Hess sebagai perusahaan kilang minyak lepas pantai membenarkan adanya kebocoran pipa, namun hingga saat ini belum bisa merinci radius pencemaran dan berapa volume liquid hidrokarbon yang tumpah. Pihaknya masih berusaha melokalisir minyak yang tumpah.
Sampai kemarin sore, pencemaran laut akibat bocornya pipa minyak milik Amerta Hess ini belum dapat diatasi, bahkan berpotensi menimbulkan pencemaran laut lebih luas.
Jajaran Polres Gresik masih melakukan uji laboratorium kandungan air laut yang tercemar terutama untuk memastikan sejauh mana kerusakan ekosistem laut, amdal dan jiwa masyarakat akibat kebocoran ini. Perusahaan Hess bisa dijerat Undang Undang No.23 tahun 97 tentang Lingkungan Hidup bila penanganan kebocoran ini terbukti ada unsur kelalaian. (Adi Sigit/Sup)