indosiar.com, Manado - Meski diprotes partai pendukung koalisi terutama Partai PKS, Partai Demokrat sepertinya akan tetap menyandingkan Boediono, Gubernur Bank Indonesia untuk menjadi wakil presiden. Dan Kamis (14/05/09) kemarin, partai berbasis umat Islam ini tetap tidak setuju bukan pada sosok Boediononya, tapi dengan cara SBY mengambil keputusan itu.
Sekjen PKS, Anis Matta dalam jumpa persnya di Gedung DPR kemarin menyatakan, keberatan PKS adalah pada cara SBY mengambil keputusannya, bukan pada sosok Boediono yang menjadi calon pendampingnya.
Sikap tegas PKS menolak Boediono ini tidak menyurutkan upaya Demokrat terus berkomunikasi dengan PKS. Ketua DPP Partai Demokrat, Andi Mallarangeng di Manado kemarin mengatakan, meski tidak secara tegas Partai Demokrat tetap pada keputusannya akan mendeklarasikan pasangan SBY - Boediono sebagai capres dan cawapres Jumat malam di Bandung, Jawa Barat. Andi mengatakan, Demokrat akan tetap menjalin komunikasi dengan PKS, meski nantinya tidak ada kata sepakat.
Sehari menjelang deklarasi capres - cawapres Partai Demokrat, PKS tetap menolak Boediono mendampingi SBY. Para petinggi PKS bahkan mengancam akan mundur dari Demokrat dan berkoalisi dengan pasangan partai lain atau membangun blok baru dengan partai non koalisi. (Tim Liputan/Sup)