indosiar.com, Jakarta - Polda Jawa Barat akan mengusut kasus kematian almarhum Aliyan, Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang meninggal dunia dan memakamkan dekat lokasi kampus IPDN pada tahun 1993 lalu. Hal ini menyusul dugaan tewasnya Aliyan adalah akibat tindak kekerasan para seniornya dan bukan karena terjatuh dari barak seperti keterangan resmi pihak kampus tahun 1993 lalu.
Pertemuan haru dengan pihak orangtua Aliyan yang Kamis (19/04/07) kemarin, mengunjungi kampus IPDN masih membayangi benak Dosen IPDN Inu Kencana, termasuk permintaan ibu kandung Aliyan agar Inu terus menyuarakan kebenaran menyangkut praktek-praktek kekerasan di IPDN.
Sebab hingga kini penyebab kematian Aliyan masih misterius. Surat keterangan dari pihak IPDN tahun 1993 lalu yang memberitahukan bahwa Aliyan meninggal dunia karena terjatuh dari barak diragukan sejumlah pihak. Terlebih sejumlah saksi mata mendapati banyak terdapat lebam di tubuh jenazah Aliyan saat itu.
Menurut Inu Kencana, kuat dugaan penyebab kematian Aliyan sama seperti kematian korban kekerasan lainnya di IPDN, hanya saja selama ini ditutup-tutupi oleh pihak IPDN.
Menyikapi informasi ini, pihak Polda Jawa Barat akan melakukan penyelidikan terhadap kebenaran fakta tersebut. Sayangnya hingga kini pihak orangtua Aliyan belum melaporkannya ke polisi.
Kapolda Jawa Barat Soenarko menambahkan, sebanyak 18 kasus kekerasan di IPDN yang terjadi sebelum kasus kematian Praja Wahyu Hidayat dan Cliff Muntu saat ini telah ditangani Satgas Khusus di lingkungan Polda Jawa Barat. Namun hingga kini polisi belum menetapkan adanya tersangka. (Ahmad Baehaqi dan Heru Desembri/Sup)