indosiar.com, Bangka Belitung - Hanya karena lambat bekerja seorang pembantu rumah tangga di Bangka Belitung yang masih dibawah umur harus menjalani perawatan medis di rumah sakit setelah dianiaya oleh oknum polisi yang tak lain adalah majikannya. Terjadi kericuhan saat sang majikan mendatangi rumah korban dan aksi lempar batu oleh warga pun tak dapat dihindari.
Ratusan warga Desa Balun Ijuk, Kabupaten Bangka, Bangka Belitung Kamis (05/03/09) kemarin, berkumpul di halaman rumah Arya, korban penganiayaan sepasang suami istri saat pelaku yang tak lain adalah oknum polisi wilayah Polda Bangka Belitung datang ke rumah korban untuk mengajak berdamai.
Namun saat pelaku dibawa keluar dari rumah korban, warga pun tak dapat menahan emosinya hingga aksi dorong dan lempar batu kearah pelaku pun terjadi. Beruntung aksi brutal warga ini dicegah oleh aparat kepolisian yang berada dilokasi kejadian dan langsung mengamankan pelaku.
Menurut Arya korban penganiayaan, dirinya hanya mendapat upah sebesar 300 ribu rupiah selama 3 bulan bekerja dan hampir setiap hari dipukul oleh kedua majikannya. Hingga saat ini korban masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkal Pinang, Bangka Belitung akibat memar dan luka bekas cakaran di leher yang dideritanya. Sedangkan pelaku diamankan pihak kepolisian guna proses lebih lanjut. (Emi I Firmansyah/Sup)