indosiar.com, - Aksi solidaritas Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Riau, yang menuntut penyelesaian kasus penyerangan kantor HMI Makassar, berakhir bentrok. Sebelas orang aktivis HMI ditangkap dan beberapa orang lainnya terluka. Sementara itu, aksi unjuk rasa di Kendari Sulawesi Tenggara, sempat diwarnai kericuhan, ketika pengunjuk rasa akan melakukan pembakaran ban bekas.
Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa HMI Riau didepan kantor Polda, Jalan Sudirman, Pekanbaru Selasa (09/03/10) kemarin, berakhir bentrok. Belasan mahasiswa diamankan oleh polisi. Bentrokan terjadi saat ratusan mahasiswa memaksa masuk ke halaman kantor Mapolda dengan mendorong paksa pagar pintu utama yang dikunci dari dalam oleh petugas.
Akibat bentrokan ini beberapa orang mahasiswa terluka dan sebanyak 11 orang digiring ke ruang aula Direktorat Reserse dan Kriminal Polda Riau untuk dimintai keterangan. Dari tangan mahasiswa, petugas menyita bom molotov yang diduga akan digunakan untuk melempar petugas. Aksi solidaritas untuk HMI Makassar ini akhirnya bubar pasca bentrokan.
Dalam aksi gabungan sejumlah kelompok mahasiswa di Kendari, Sulawesi Tenggara ini sempat terjadi kericuhan ketika mahasiswa mencoba membakar ban bekas yang telah mereka siapkan. Namun aksi tersebut dihalang-halangi oleh aparat kepolisian. Akibatnya terjadi aksi saling tarik dan dorong.
Akibat aksi ini jalur lalu lintas disekitar Bundara Madonga sempat terhambat karena menjadi pusat perhatian pengendara kendaraan bermotor dan warga yang bermukim disekitar tempat aksi unjuk rasa. (Ahmad Dison/Doni Okta Yudha/Sup)