HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS

Polisi Nyaris Dihakimi Warga, Dianggap Salah Tembak



indosiar.com, Tegal - Empat anggota Polresta Tegal, Jawa Tengah Minggu (07/06/09) kemarin, hampir saja menjadi korban amuk massa, karena diduga melakukan salah tembak terhadap seorang pemuda saat menggerebek judi adu jangkrik di Kelurahan Muara Reja, Tegal. Beruntung ke 4 anggota polisi tersebut diamankan tokoh masyarakat setempat.

Ratusan warga Kelurahan Muara Reja, Tegal, Jawa Tengah kemarin sore mendatangi rumah Wasto, salah seorang tokoh masyarakat setempat untuk mencari 4 anggota Reskrim Polresta Tegal yang diamankan karena diduga melakukan salah tembak terhadap Edi Rosadi, pemuda setempat.

4 anggota Reskrim yang diamankan salah satu diantaranya adalah Ipda Malik, Kanit Resmob Polrestas Tegal. Puluhan petugas diterjunkan ke lokasi kejadian untuk menjaga rumah Wasto dan mencegah tindakan yang tidak diinginkan.

Selama hampir 2 jam, Ipda Malik dan 3 anggotanya diamankan didalam rumah. Saat mobil yang mengevakuasi Ipda Malik dan 3 anggotanya keluar dari dalam rumah, warga yang masih emosi langsung menyerbu dan berusaha mengejar.

Insiden ini berawal saat Ipda Malik bersama 3 anggotanya menggerebek judi adu jangkrik di desa tersebut. Dalam penggerebekan inilah, petugas mengeluarkan tembakan peringatan dan diduga mengenai korban. Warga yang tidak terima nyaris menghakimi ke 4 petugas.

Kapolresta Tegal AKBP Ahmad Husni mengatakan, kejadian ini hanya salah paham. Edi Rosadi bukan menjadi korban salah tembak, namun hanya terjatuh saat berusaha lari menghindari penggerebekan. Meski demikian pihaknya tetap akan melakukan penyelidikan terhadap 4 anggotanya.

Korban Edi Rosadi mengalami luka di kepala bagian belakang, setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Ibu Harapan Anda Tegal, korban langsung diperbolehkan pulang. Melihat kondisi korban yang tidak mengalami luka serius, keluarga korban menyatakan tidak akan memperpanjang kasus ini. (Kuncoro Wijayanto/Sup)

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: