indosiar.com, Tegal - Untuk memantau arus lalu lintas dan kemacetan jalan serta tindak kriminalitas, polisi kini memasang sejumlah kamera CCTV di ruas utama jalur pantura Tegal, Jawa Tengah. Khususnya disejumlah titik yang dianggap rawan kemacetan dan kriminalitas. Melalui kamera CCTV tersebut, sejumlah pos polisi mapolda dan mabes polri bisa secara langsung memantau.
Kamera CCTV seperti ini dipasang disejumlah titik disepanjang jalur pantura Tegal hingga perbatasan Pemalang, Jawa Tengah. Diantaranya di pos polisi Surodadi, pos polisi Padaharja dan pos polisi perempatan Maya, Tegal. Pemasangan kamera CCTV ini dimaksudkan untuk memudahkan pemantauan arus lalu lintas terutama jika terjadi kemacetan pada saat arus mudik, sehingga polisi dapat langsung mengambil tindakan.
Keberadaan kamera CCTV ini juga sekaligus untuk mengantisipasi tindak kriminalitas yang kerap terjadi di jalur pantura saat arus mudik seperti aksi pemalakan, jambret maupun bajing loncat. Polisi juga memetakan titik rawan kemacetan ada di ruas jalur pantura Tegal Kota. Sedangkan rawan kejahatan di jalur pantura Babadan dan Surodadi.
Sementara itu jalan tol Surabaya - Mojokerto - Sumo akan segera dioperasikan untuk meminimalkan kemacetan lalu lintas yang seringkali terjadi di simpang susun Waru. PT Marga Nutsuma Agung (MNA) selaku pemegang konsensi ruas tol Sumo mentargetkan, tujuh hari sebelum hari raya Idul Fitri ruas jalan tol ini bisa dibuka untuk umum.
Ada 4 gerbang tol yakni gerbang tol Waru 4, akses masuk dari bandara menuju Perak, gerbang tol Waru 6 akses masuk tol Surabaya - Gempol dari Perak menuju bandara, gerbang tol Waru 3 akses masuk dari bandara melalui tol Waru Juanda menuju Sidoarjo dan tol Waru 5 akses masuk dari Sidoarjo melalui tol Surabaya - Gempol, langsung ke bandara. Tarif yang diusulkan untuk melalui jalan tol ini sebesar 1500 hingga 2000 rupiah. Diharapkan keberadaan akses jalan tol baru ini mampu membantu memperlancar arus mudik lebaran tahun ini. (Tim Liputan/Sup)