HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS
Pasca Bentrok di Ambon

Polisi Pemicu Bentrokan di Ambon Serahkan Diri



indosiar.com, Ambon - Bripda Mochtar Rumata, anggota Kepolisian Resor Maluku Tengah yang diduga sebagai pemicu penyerangan markas Polres Maluku Tengah oleh anggota Batalyon Infantri 731 Kabaresi akhirnya menyerahkan diri. Rumata yang sempat buron Selasa (12/02) kemarin, membeberkan kronologi terjadinya baku tembak antara dua kesatuan tersebut termasuk membantah tuduhan dirinya melakukan penyanderaan terhadap Prada Eko.

Setelah sempat dinyatakan buron, Brigadir Dua Mochtar Rumata akhirnya menyerahkan diri ke Mapolda Maluku. Anggota Kepolisian Resor Maluku Tengah yang diduga sebagai pemicu penyerangan Markas Polres Maluku Tengah oleh Batalyon Infantri 731 Kabaresi inipun akhirnya membuka mulut.

Menurut Rumata, penyekapan dan penyanderaan Prada Eko salah satu anggota Yonif 731 Kabaresi oleh dirinya yang disebut-sebut sebagai pemicu insiden baku tembak adalah fitnah.

Menurutnya, dirinya dan Eko terlibat perkelahian biasa. Menurutnya, perkelahian itu dipicu oleh tindakan Prada Eko membobol pintu kamar rumahnya dan berbuat mesum dengan salah satu kerabat calon istrinya ketika ia tengah berdinas malam. Namun perkelahian tersebut langsung diselesaikan secara kekeluargaan di rumah bibinya setelah para tetangga datang melerai.

Terkait kasus baku tembak tersebut hingga kini lebih dari 80 orang anggota TNI maupun Polri telah dimintai keterangan oleh tim investigasi gabungan dari Mabes TNI dan Polri. Namun Prada Eko sebagai salah satu saksi kunci penyebab insiden tersebut hingga kini belum juga diketahui keberadaannya.

Kodam XVI Pattimura masih terus melakukan pencarian terhadap Prada Eko hingga ke kampung halamannya di Magetan, Solo, Jawa Tengah. (Jabar Tianotak/Sup)
Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: