HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS
Pasca Bom Mega Kuningan

Polisi Perketat Pengawasan di Jalur Pantura



indosiar.com, Jawa Tengah - Pasca ledakan bom di kawasan Mega, Kuningan, Jakarta Selatan aparat kepolisian meningkatkan pengawasan kendaraan di jalur Pantura, Jawa Tengah. Bahkan sejumlah polres menggelar razia bersama untuk mempersempit ruang gerak pelaku peledakan. Sementara itu keluarga Dulmatin, tersangka teroris di Pemalang mengaku diawasi orang tidak dikenal. 

Razia ini digelar serentak di jalur Pantura, Jawa Tengah mulai dari Brebes hingga Batang. Dalam razia ini petugas memeriksa seluruh kendaraan yang melintas, bahkan di Tegal, Jawa Tengah, petugas memeriksa seluruh identitas para pengguna jalur pantura. Razia ini dilakukan untuk mempersempit ruang gerak para teroris termasuk Noordin M Top yang disinyalir berada di wilayah Jawa Tengah. Tidak hanya identitas, petugas juga memeriksa barang bawaan pengguna jalur Pantura. 

Sementara itu di Pemalang, Jawa Tengah, keluarga buronan kasus bom Bali Satu, Dulmatin merasa diawasi orang tak dikenal sejak meledaknya bom di dua hotel di Mega, Kuningan, Jakarta. Tidak hanya ibu kandung Dulmatin, tetangga sekitar juga merasakan hal serupa, padahal keluarga yakin Dulmatin telah meninggal dunia.

Sejak peristiwa bom Bali I, Masriyati, ibu Dulmatin mengaku telah kehilangan kontak dengan Dulmatin. Di tahun 2007 ia mendapat kabar putranya tewas tertembak di Kepulauan Mindanau, Pilipina. (Kuncoro Wijayanto/Sup)

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: