HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS
Pembalakan Liar

Polisi Sita Ribuan Meter Kubik Kayu Ilegal



indosiar.com, Jakarta -  Kasus illegal logging atau pembalakan liar rupanya sangat sulit dibrantas. Kepolisian menghadapi kendala sedikitnya petugas dan prasarana dibanding luasnya wilayah pelanggaran yang terjadi. Namun dalam sebuah operasi dikawasan Sungai Pawan dan Ketapang, Kalimantan Barat kepolisian menyita ribuan meter kubik kayu ilegal.

Saat melakukan patroli di Sungai Pawan Sandai, Kalimantan Barat dalam rangka pemberantasan pembalakan liar, polisi berhasil menemukan ribuan batang kayu jenis meranti dan kayu ulin yang diduga hasil pembalakan liar yang disembunyikan disepanjang sungai.

Batang kayu yang sudah berbentuk rakit tersebut sengaja ditinggalkan pemiliknya dengan cara ditambatkan di lokasi yang tersembunyi. Selain menggelar operasi di sungai, polisi juga menggelar operasi disekitar hutan lindung Bukit Lawang Ketapang, Kalimantan Barat. Hasilnya ratusan balok kayu jenis meranti yang akan diangkut ke tempat pengolahan kayu disekitar kota Sandai disita petugas.

Ratusan balok kayu tersebut jika diolah akan menghasilkan ribuan kubik kayu yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah. Selain itu dalam operasinya polisi juga berhasil menyita dua tempat pengolahan kayu terbesar di Sandai, Kalimantan Barat. Kedua tempat pengolahan kayu tersebut milik 2 orang bersaudara Kim Cing dan Budi Akeo yang kedapatan mengolah kayu tanpa dokumen yang diduga hasil pembalakan liar disekitar kota Sandai.

Kayu hasil olahan dari kedua tempat tersebut selanjutnya diperdagangkan ke Pontianak hingga ke Pulau Jawa. Saat ini keduanya sudah ditahan di Mabes Polri. Polisi menjadikan kota Sandai sebagai sasaran operasi karena diduga sebagian besar kegiatan pembalakan liar di Kalimantan Barat dilakukan di kota ini. (Dwinanto Agung/Sup)

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: