indosiar.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Polisi Sutanto menyatakan prihatin atas penembakan yang dilakukan Anggota Brimob di Sumatera Barat. Untuk langkah kedepan, Polri telah melakukan psikotest ulang bagi anggotanya yang memegang senjata dan materi psikotest yang telah diperbarui untuk calon anggota polisi.
Kapolri Jenderal Polisi Sutanto usai menghadiri Rakor di Kantor Menko Polkam Selasa (20/03) malam, membenarkan adanya insiden penembakan yang dilakukan anggota Brimob Padang Sarai Lubuk Buaya Padang, Brigadir Fadli M, yang terjadi kemarin pagi.
Menurut Sutanto, personil bersangkutan memang sedang menghadapi masalah dalam keluarganya. Sutanto mengatakan, Anggota Brimob tersebut tidak diketahui tengah memiliki masalah pribadi oleh komandannya, sampai yang bersangkutan melakukan aksi penembakan terhadap dirinya sendiri.
Masih berkaitan dengan kepemilikan senjata dan penggunaan yang tidak semestinya oleh aparat kepolisian, Sutanto mengatakan langkah psikotest ulang dilakukan terhadap personil kepolisian yang memegang senjata inventaris.