indosiar.com, Jakarta - Pembinaan bulutangkis nasional dinilai masih terlambat dibandingkan negara-negara lain. Semakin banyak kompetisi seperti kejuaraan Por Maesa tahun 2008 ini, menjadi semakin banyak kesempatan untuk berlatih.
Kondisi pemain bulutangkis Indonesia khususnya di bidang kaderisasi pemain masih terlambat tiga tahun dibanding negara-negara lain. Untuk menyusul ketertinggalan tersebut, pembulutangkis Indonesia diperlukan kerja keras mulai dari pembinaan dan pembiayaan serta suport dari unsur pembulutangkis. Demikian dikatakan Ketua PB Por Maesa, Justian Suhandinata.
Dalam acara pembukaan kejuaraan bulutangkis Maesa Paskah tahun 2008. Justian menambahkan, bahwa seharusnya bulutangkis masuk dalam anggaran APBD dan APBN. Karena cabang olahraga ini telah membawa harum nama bangsa pada ajang olimpiade internasional.
Por Maesa adalah perkumpulan olahraga dari keluarga besar Sulawesi Utara. Namun peserta dan pemainnya dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. Pembukaan kejuaraan bulutangkis di Tangkas Sport Center Komplek Grenville, Tanjung Duren, Jakarta Barat ini dibuka dengan pemukulan sabel kok oleh Gubernur Sulawesi Utara, Sinyo Sarundayang kemudian dilanjutkan dengan pertandingan bulutangkis. (Gunadi/Sup)