indosiar.com, Bandung - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar semua akademi dan institut yang menyelenggarakan pendidikan kepemerintahan meninggalkan budaya kekerasan. Kritikan keras ini disampaikan presiden saat mengukuhkan Pamong Praja Muda IPDN atau dulu dikenal sebagai STPDN Kamis (10/08) kemarin.
Presiden Yudhoyono menegaskan, budaya kekerasan tidak akan sesuai dan tidak diterima masyarakat, terutama dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan. Karena itu para Pamong Praja Muda yang baru lulus diminta untuk mengembangkan sikap dan jiwa kepemimpinan yang peka terhadap kepentingan dan kebutuhan rakyat.
Presiden juga meminta agar hubungan antara senior dan yunior di kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) lebih mengarah kepada etika kepemimpinan.
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinanggor Sumedang tahun ini meluluskan 995 Pamong Praja Muda yang akan segera ditempatkan di jajaran pemerintah daerah diseluruh Indonesia.
Institut ini berubah nama dari STPDN menjadi IPDN sejak terungkapnya tindak kekerasan yang mengakibatkan kematian seorang mahasiswanya akibat dari tindak kekerasan para senior. (Winduti Astuti/Sup)