indosiar.com, Jakarta - Manuver sekelompok politisi di Senayan yang akan mengaktifkan lagi pansus orang hilang mulai mendapat perhatian serius. Apalagi belakangan namanya disebut-sebut akan dipanggil. Menyikapi keadaan itu Senin (20/10) kemarin, Presiden SBY mengundang para pembantunya dalam rapat khusus membahas masalah ini.
Rencana mengaktifkan kembali Pansus Orang Hilang DPR RI ditanggapi serius Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden bahkan menggelar rapat khusus membahas persoalan ini dengan sejumlah menteri, Jaksa Agung, Kapolri, Panglima TNI dan Kepala BIN di kantor Presiden Senin malam.
Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi dalam jumpa pers bersama Panglima TNI dan Jaksa Agung menegaskan Presiden Yudhoyono sama sekali tidak ada kaitan dengan kasus penculikan orang hilang yang terjadi di tahun 1997 - 1998 silam, seperti tuduhan Pansus Orang Hilang DPR.
Presiden Yudhoyono melalui Sekretaris Kabinet menegaskan, tudingan yang dilontarkan terhadap dirinya itu merupakan fitnah dan syarat muatan politis.
Sementara itu Panglima TNI Jenderal TNI Joko Santoso mengatakan, kasus orang hilang yang terjadi di tahun 1997 - 1998 silam sudah diselesaikan melalui Mahkamah Militer dengan mengadili 11 Anggota Kopasus.
Meski hal itu dinilai telah merugikan dirinya, namun Presiden Yudhoyono tidak akan melakukan langkah hukum balik atas tuduhan tersebut. (Nancy Erene/Nurkayat/Sup)