HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS

Presiden Hadiri Forum Bisnis ASEAN



indosiar.com, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak negara-negara ASEAN untuk meningkatkan diri agar bisa bersaing di dunia internasional.

Dalam Forum Bisnismen yang dihadiri oleh kalangan pembisnis dari negara-negara ASEAN ini, Presiden Yudhoyono mengentengahkan 9 poin pemikirannya tentang transpormasi atau perubahan Indonesia dan pengaruhnya untuk negara-negara ASEAN.

Menurut presiden, ke 9 poin mengenai perubahan diantaranya berkaitan dengan perubahan politik, krisis yang terjadi disetiap negara seperti yang dialami Indonesia pada tahun 1998 lalu merupakan awal dari perubahan yang harus diambil sebagai pelajaran berharga. Perubahan yang terjadi dan tidak berlangsung tiba-tiba menurut Presiden selalu berkaitan dengan kepemimpinan dan perubahan kondisi ekonomi yang mempengaruhi sosial masyarakat, begitupula harus disertai dengan reformasi disetiap institusi sebagai pendukung.

Sementara untuk dapat bersaing dalam pasar dunia, setiap negara ASEAN harus mampu menyikapi setiap perubahan dalam negeri masing-masing dan menciptakan produk berdaya saing serta meningkatkan produktifitas.


Dalam diskusi ini mengetengahkan tentang peluang dan tantangan dalam membuka usaha di Indonesia dan juga menelaah bagaimana meningkatkan iklim investasinya. Forum ini dibuka untuk seluruh perwakilan dari negara-negara ASEAN. (Winduti Astuti dan Gunadi/Sup)

Bookmark and Share


Page: 1
28-Aug-2006 11:09:19 WIB by Syaf
VISI INTERNASIONAL SBY

Sebagai pemimpin yang disegani di kawasan regional, ASEAN, Presiden SBY mengungkapkan visinya mengenai masa depan ASEAN. Sebagaimana disampaikan dalam ASEAN Leadership Forum baru-baru ini. Presiden berharap agar di masa depan ASEAN akan menjadi kekuatan ekonomi, sosial dan budaya yang diperhitungkan oleh dunia internasional. SBY juga menegaskan bahwa sampai dengan tahun 2020 ASEAN akan menjadi masyarakat sosial dan budaya, masyarakat ekonomi, masyarakat ASEAN yang aman. Untuk mencapai hal itu, negara-negara harus bekerjasama dan mempersempit kesenjangan pembangunan di antara negara-negara anggota. Agar tercapai keberhasilan rencana itu, negara-negara di ASEAN harus memparalelkan semua program itu di semua lini.

Selain itu, dalam upaya mendorong pencapaian ASEAN sebagai kekuatan ekonomi dunia, SBY menyinggung soal pentingnya perdamaian dunia, dengan mengatakan perlunya dilakukan secara dialogis, negosiasi dan diplomasi daripada berkonfrontasi. Apa yang dilakukan SBY merupakan operasioanalisasi dari wacana soft power yang ia kampanyekan.

Untuk memuluskan soft power diplomacy, setiap negara harus menghormati etika perdamaian, dan hukum internasional dan harus menjadi bagian dari solusi untuk menjaga perdamaian dunia. Dalam kaitan ini ASEAN akan ikut menjadi bagian untuk terlibat dalam penyelesaian konflik, dengan berkontribusi melalui badan Perserikatan Bangsa Bangsa dengan melakukan komunikasi dan diplomasi langsung. Meskipun kadang-kadang konflik itu sulit dipecahkan, tetapi kita akan tetap terlibat dalam usaha menyelesaikan konflik. Bagi SBY, walaupun konflik itu kadang sulit diselesaikan, tapi diyakini akan selalu ada jalan keluarnya. Sebagaimana konflik Lebanon, dimana upaya keras RI dalam melobi PBB dan OKI membuahkan resolusi yang cukup adil bagi kedua belah pihak.

Pengirim :
Muhammad Syafril Aula
Jl. Margonda No. 67 Rt. 08/XII
Kecamatan Beji – Depok
Jaka Barat
28-Aug-2006 10:59:51 WIB by Fauzi
GAM PUJI KOMITMEN DAMAI SBY

Peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun ini menjadi sangat spesial bagi rakyat Aceh. Pasalnya, untuk pertama kalinya, rakyat Aceh benar-benar terbebas dari rasa takut sejak tercapainya kesepakatan antara pihak RI dan GAM di Helsinski, tahun lalu. Setelah setahun berjalan, rakyat Aceh, GAM dan TNI memupus kekhawatiran banyak kalangan akan masa depan perdamaian. Malik Mahmud, salah satu petinggi GAM yang lama bermukim di Eropa menyatakan bahwa perdamaian di Aceh sudah merata. Kini, katanya, di berbagai pelosok Aceh tak ada lagi ketakutan. Berganti menjadi harapan untuk membangun Aceh ke depan.

Malik juga mengakui secara terbuka bahwa terciptanya perdamaian di Aceh hanya bisa dicapai dengan kesungguhan dan kerja keras pemerintah Indonesia. Secara khusus, Malik mengatakan bahwa presiden Yudhoyono sangat serius dalam menyelesaikan konflik di Aceh. Namun demikian, peran GAM juga amat menentukan jalannya perundingan. Ternyata, GAM juga memiliki komitmen yang sama dengan pihak RI untuk secepat mungkin menyelesaikan penggunaan senjata dan menciptakan damai.

Kini tantangan ke depan adalah bagaimana menjalankan UU Pemerintahan Aceh. Sama seperti saat kesepakatan Helsinski, UUPA juga sempat mendapat kritikan dari sebagian kalangan. Namun dengan komitmen perdamaian abadi, UUP akan mampu menjadi rel menuju Aceh Baru yang lebih baik dari sekarang.

Untuk mensyukuri perdamaian yang tercipta sejak setahun lalu, masyarakat Aceh memberikan Gelar Kehormatan Adat kepada Martti Ahtisaari beserta istri, Wapres Jusuf Kalla beserta Ny Mufidah, Menkum dan HAM Hamid Awaludin beserta istri, Menkominfo Sofyan Djalil beserta istri, Panglima TNI, Malik Mahmud, Zaini Abdullah, dan Dr Farid Husain. Penghargaan lain juga diberikan kepada Hasan Tiro, Menko Polhukam Widodo AS, Menlu Hassan Wirajuda, Zakir Manaf, Zakria Zaman, Endang Suwarya, Bambang Darmono, serta Azwar Abubakar.

Semoga komitmen pemerintahan SBY dalam mendorong perdaiaman di Aceh dapat menjadi pengikat kembali tali NKRI diantara anak bangsa.

Surat Pembaca, Pengirim :
Fauzy Ramadhan
Jl. Gongseng Raya No. 5 Rt. 11, Rw. XI
Cijantung Jakarta Timur
28-Aug-2006 10:57:31 WIB by Enn
SBY TENTANG TIGA PILAR KEHIDUPAN

Manusia hidup di dunia dilengkapi dengan tiga pilar, yaitu logika, etika, dan estetika. Logika untuk menalar sesuatu. Etika sebagai kontrol perilaku, sedangkan estetika untuk memberikan apresiasi dan perasaan. Kita akan merasa pincang jika hanya mendorong salah satunya. Seorang politisi yang hanya mengandalkan logika, maka dia akan menjadi monster bagi lawan politik dan masyarakat. Tak ada batasan perilaku dalam kehidupan. Perasaan sebagai kontrol juga mati. Begitu pun jika seorang menteri terlalu mengandalkan estetika. Maka dia akan sibuk merawat kantor dari pada cepat mengambil keputusan.

Sebagai orang nomor satu di negeri ini, ada baiknya kita uji presiden SBY dalam hal tiga pilar kehidupan. Seharusnya, dengan tanggung jawab seorang presiden yang demikian besar, maka ketiganya dapat berkembang bersama. Dalam hal logika, SBY dikenal sebagai pribadi yang sangat rasional. Berulang kali dia menolak jika ada pendapat yang menghubungkan antara bencana dengan setan atau jin. Dia lebih percaya itu sebagai kehendak Tuhan dan fenomena alam yang dapat dipelajari.

Dalam hal etika, SBY juga bisa menjadi contoh. Dia berpembawan rapi, gagah dan sederhana. Intinya, dia bisa menempatkan diri dengan lingkungan. Saat bersama para pemimpin dunia, SBY menampilkan sosok yang gagah dan kuat. Namun semua akan sirna kala dia berkunjung ke pelosok negeri. Pakaian yang dikenakan pun berbeda. SBY kerap tampil dengan kemeja pendek ketika meninjau ke berbagai daerah. Di kancah politik, SBY juga mengampanyekan perlunya para politisi memegang etika politik. Artinya, segala sesuatu harus dikembalikan kepada konstitusi dan etika bernegara. Tak boleh melewati aturan itu. Seperti saat ada desakan untuk mengeluarkan dekrit presiden dan kembali ke UUD 1945 yang awal. SBY menolak karena itu bukan wewenang presiden. UUD dirumuskan oleh MPR.

Dari sisi estetika, SBY juga berbeda dengan pendahulunya. Ia mengisi ruang estetika dengan menulis puisi. Beberapa buku kumpulan puisinya juga beredar luas. Politisi yang memahami sastra dan puisi biasanya lebih luwes dan lebih sensitif terhadap kondisi rakyatnya. Itu akibat unsur rasa dalam sastra dan puisi.

Pengirim :
Enny Lestari
Jl. Kompleks Bumi Sari Indah Blok E110/70
Binong-Curug, Tangerang

 

Nama:
Email:
Security Code: