indosiar.com, Jakarta - (Jumat, 20.01.2012) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agaknya memberi perhatian khusus pada perkembangan situasi politik dan kamtibnas yang terjadi belakangan ini. Hal itu ditunjukkan dengan hadir dan memberikan arahan pada rapat pimpinan TNI dan Polri, baik pada saat pembukaan maupun penutupan yang dilakukan hari Jumat ini. Khusus untuk Polri, presiden meminta oknum petugasnya yang nakal agar ditindak tegas.
Perkembangan politik dan keamanan di masyarakat belakangan mendapat perhatian serius Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Itu ditunjukkan presiden dengan tidak saja hadir dan memberi pengarahan pada pembukaan rapat pimpinan TNI dan Polri dua hari lalu, tapi juga memberi arahan pada penutupan rapim TNI/Polri yang disatukan siang tadi di gedung PTIK Jakarta.
Kinerja polri agaknya mendapat perhatian khusus, terkait banyaknya tindakan aparat kepolisian di masyarakat yang mendapat respon negatif masyarakat akhir-akhir ini. Presiden minta pimpinan Polri bertindak tegas jika terbukti ada oknum aparatnya yang melakukan pelanggaran.
Menghadapi aksi kekerasan di masyarakat, presiden minta Polri berhati-hati menghindari jatuhnya korban warga sipil.
Rapat pimpinan Polri kali ini menghasilkan sejumlah keputusan. Tapi yang menarik saat penutupan rapim polri kemarin, Kapolri Jenderal Polisi Timor Pradopo membacakan 10 komitmen Polri diikuti seluruh peserta rapim. Hal terbaru ditegaskan bahwa adalah hak dan kewajiban bawahan untuk berani menolak perintah atasan yang tidak sesuai norma dan ketentuan. Poin ini tentu saja perkembangan terbaru dan penerapannya ditunggu masyarakat. (Albert Bembot/Dedi Effendi/Sup)