indosiar.com, Bekasi - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Minggu (04/02/07) kemarin, mengunjungi kawasan Bekasi Barat yang dilanda banjir sangat parah.
Saat mengunjungi korban banjir di Perumahan Harapan Baru 1, 2 dan Harapan Baru Regency, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Barat, Presiden Yudhoyono meminta kepada Petugas Satkorlak yang telah dibentuk agar dapat membujuk warga yang masih bertahan di loteng rumah masing-masing agar segera mengungsi.
Presiden mengatakan, volume air dapat naik sewaktu-waktu dan membahayakan warga yang bertahan di rumah mereka masing-masing, karena bisa lepas dari pantauan petugas penyelamat.
Dengan mengungsi ke titik-titik yang sudah ditentukan juga mempermudah pendistribusian bantuan makanan maupun pelayanan medis saat para pengungsi yang melakukan perawatan.
Dalam kesempatan tersebut Presiden juga membantah telah melarang petugas membuka pintu air Manggarai, karena air bisa mengenangi komplek Istana Negara dan Monumen Nasional. Menurut Presiden, yang memiliki kewenangan membuka atau menutup pintu air Manggarai adalah petugas penjaga pintu air dengan pertimbangan keselamatan warga.
Dalam kunjungan ini Presiden meminta kepada petugas Kepolisian, Satkorlak dan petugas penyelamat agar terus memantau laporan cuaca dari Badan Meteorologi Geofisika dan memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. Sehingga tidak mudah timbul isu-isu yang mengakibatkan kepanikan warga.