HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS

Presiden SBY Kunjungi Kawasan Banjir di Bekasi



indosiar.com, Bekasi - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Minggu (04/02/07) kemarin, mengunjungi kawasan Bekasi Barat yang dilanda banjir sangat parah.

Saat mengunjungi korban banjir di Perumahan Harapan Baru 1, 2 dan Harapan Baru Regency, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Barat, Presiden Yudhoyono meminta kepada Petugas Satkorlak yang telah dibentuk agar dapat membujuk warga yang masih bertahan di loteng rumah masing-masing agar segera mengungsi.

Presiden mengatakan, volume air dapat naik sewaktu-waktu dan membahayakan warga yang bertahan di rumah mereka masing-masing, karena bisa lepas dari pantauan petugas penyelamat.

Dengan mengungsi ke titik-titik yang sudah ditentukan juga mempermudah pendistribusian bantuan makanan maupun pelayanan medis saat para pengungsi yang melakukan perawatan.

Dalam kesempatan tersebut Presiden juga membantah telah melarang petugas membuka pintu air Manggarai, karena air bisa mengenangi komplek Istana Negara dan Monumen Nasional. Menurut Presiden, yang memiliki kewenangan membuka atau menutup pintu air Manggarai adalah petugas penjaga pintu air dengan pertimbangan keselamatan warga.

Dalam kunjungan ini Presiden meminta kepada petugas Kepolisian, Satkorlak dan petugas penyelamat agar terus memantau laporan cuaca dari Badan Meteorologi Geofisika dan memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. Sehingga tidak mudah timbul isu-isu yang mengakibatkan kepanikan warga.

Selain mengunjungi dapur umum yang dibentuk warga, presiden yang didampingi ibu negara juga memberikan bantuan diantaranya berupa beras dan mie instan. (Winduti Astuti dan Waluyo Adi Susanto/Sup)
Bookmark and Share


Page: 1
7-Feb-2007 09:45:12 WIB by -
ANI YUDHOYONO & EVITA PERON

Melihat figur Ibu negara, harapan kita tentu bukan hanya sesosok wanita yang mendampingi kemanapun Presiden pergi. Sebaliknya, sosok Ibu negara kerap bisa mengisi, bahkan menentukan karir politik Presiden maupun kemajuan suatu bangsa. Dunia pernah melihat sosok Ibu negara yang aktif berperan, melengkapi kinerja Presiden. Sebutlah nama Evita Peron, istri Juan Peron di Argentina pada 1970-an. Bukan hanya banyak menyumbang peran suami, Evita kerap bisa menutupi kekurangan suaminya yang sekaligus pemimpin bangsa. Saking hebatnya, Evita bahkan lebih populer dari Juan Peron. Sosok Ibu negara di Indonesia kini diwakili oleh Ibu Ani Yudhoyono. Sebagai istri Presiden, sejak awal Ibu Ani mengisyaratkan tak sekedar menjadi pelengkap suami. Ia cukup aktif, misalnya dengan membentuk Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB). Dengan organisasi ini, Ibu negara kerap melakukan aksi sosial dalam upaya mendukung Presiden dan kabinetnya.

Satu isu yang menjadi perhatian Ibu negara adalah soal TKI. Banyaknya kasus kekerasan yang dialami TKI di luar negeri menyadarkan Ibu negara akan pentingnya kampanye dan perlindungan TKI. Bukan hanya bicara, setiap kunjungannya ke luar negeri, Ibu Ani selalu menyempatkan diri melihat langsung kondisi kehidupan para TKI di sana. Hebatnya, momen ini bukan seremonial, melainkan kegiatan di luar agenda kunjungan. Karena sifatnya yang informal, tak jarang Ibu negara justru mendapatkan fakta-fakta mengejutkan yang menimpa TKI. Atas inisiatif Ibu negara pulalah, SBY terdorong untuk melakukan reformasi manajemen TKI. Secara kongkrit, SBY telah memecat pejabat di Kedubes RI di Tokyo dan Penang yang terbukti melakukan pemerasan terhadap TKI. Sementara, di dalam negeri, SBY juga membuat terobosan dengan menyediakan ruang tunggu khusus TKI di pelabuhan dan bandara. Tujuannya, agar mereka tak menjadi korban pemerasan oknum aparat.

Atas kerja keras yang dilakukan Ibu negara dalam kasus TKI, banyak kemajuan dicapai. Salah satunya, realisasi penempatan TKI meningkat 43 persen dibanding tahun 2005, dengan devisa yang dihasilkan sebesar Rp 3,4 Milyar Dollar AS. Sementara, dalam hal permasalahan yang timbul terkait TKI tahun 2006 menurun menjadi 4,11 persen dibandingkan dengan tahun 2005 yang mencapai 11 persen. Sebagai bukti komitmen Ibu negara terhadap perbaikan nasib TKI, baru-baru ini di Istana Negara dilakukan pelepasan 1700 TKI yang akan berangkat ke luar negeri, dengan negara tujuan antara lain Malaysia, Taiwan, Hongkong, Uni Emirat Arab, Saudi Arabia, dan Qatar.

Dalam sambutannya pada acara tersebut, Ibu Ani tampak menguasai sekali mengenai isu TKI. Ia mengatakan bahwa pemerintah berupaya untuk terus memperbaiki sistem penempatan dan perlindungan bagi TKI di luar negeri, seperti sebagaimana tercantum dalam UU No. 39 tahun 2004 tentang penempatan dan perlindungan TKI di luar negeri serta Peraturan Presiden No. 81 Tahun 2006 tentang Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI. Satu kata kunci yang sangat patriotik disampaikan secara khusus oleh Ibu negara kepada para TKI. Waktu itu, Ibu Negara berpesan kepada para TKI, “Selamat berjuang di negeri orang, dan tolong jaga Merah Putih,"

Pengirim :
Alex Sudarwanto
Komplek Griya Pabuaran Estate
Jl. Kenanga 6 No. 32 Rt : 005, Rw : XVI
Pabuaran, Bojong Gede,
Kabupaten Bogor

 

Nama:
Email:
Security Code: