indosiar.com, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku sedih dengan adanya sms gelap yang beredar dua hari terakhir dan minta agar fitnah tersebut dihentikan. SMS gelap dari nomor dengan kode area Singapura itu berisi skandal pribadi Presiden SBY, Mega korupsi Bank Century, kasus IT KPU, deposito 47 triliun milik Partai Demokrat, hingga rumor korupsi tokoh Demokrat Andi Mallaranggeng.
Menanggapi SMS itu, Senin (30/05/11) pagi tadi Presiden Yudhoyono menggelar konperensi pers di Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta sesaat sebelum kunjungan kerja ke Kalimantan. Berikut adalah petikan pernyataan presiden, seperti dilaporkan Albert Bembot dan Medi Kuswedi.
"Fitnah itu seribu persen tidak mengandung kebenaran. Disebarluaskan fitnah katanya, ada mega skandal Century, itu-itu lagi. Disebutkan tindakan saya yang tidak terpuji. Ada lagi tujuannya barang kali atau yang jadi sasaran saya, ada seorang mengatakan Partai Demokrat memiliki tabungan 47 triliun dan bagi orang itu Partai Demokrat yang harus menjelaskan. Kebalik, logikanya, siapa yang menuduh dia yang harus menjelaskan. Dan banyak lagi. Oleh karena itu, sekali lagi supaya terang benderang di mata rakyat, yang benar ya benar, yang bohong.. bohong yang salah-salah, janganlah melakukan sesuatu dengan sembunyi-sembunyi diruang yang gelap, melalui apa yang beredar sekarang ini". (Sup)