indosiar.com, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan telah menerima laporan mengenai klaim Tari Pendet oleh Malaysia. Menurut Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng, sebenarnya telah ada mekanisme untuk menyelesaikan masalah ini.
Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng di Istana Negara Senin (24/08/09) kemarin mengungkapkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah mendapatkan laporan resmi mengenai klaim Malaysia atas Tari Pendet.
Andi menjelaskan, antara Malaysia dan Indonesia sudah ada mekanisme yang bisa dilakukan yakni Eminent Persons Group (EPG) yang merupakan bagian dari forum ASEAN. Dalam forum ini, tokoh-tokoh senior negara-negara ASEAN membahas dan mencarikan jalan keluar atas masalah yang timbul, sehingga tidak muncul persoalan yang tidak perlu apalagi mengenai hal-hal seperti kebudayaan.
Sementara itu mengenai pembentukan kabinet baru Andi menjelaskan, Presiden Yudhoyono sekarang bersama Wakil Presiden Terpilih Boediono sedang menyusun berbagai agenda aksi, kerangka kerja 5 tahun kedepan, termasuk rencana aksi 100 hari pertama. Kegiatan ini dilakukan oleh SBY bersama Boediono di Puri Cikeas secara berkala. (Iwan Munandar/Surnata/Sup)