indosiar.com, Bondowoso - (Senin, 03.10.2011) Gara-gara konflik isu dukun santet, seorang warga di Bondowoso Jawa Timur disumpah pocong di masjid setempat. Pelaksanaan sumpah pocong dipadati warga, yang ingin menyaksikan langsung jalanya prosesi. Hingga saat ini, sumpah pocong kerap menjadi pilihan warga untuk menyelesaikan persoalan tuduhan dukun santet.
Sakip alias Pak Kip, warga Desa Grujugan Lor Kecamatan Jambesari ini harus rela melaksanakan sumpah pocong di masjid desa setempat. Selain para pimpinan kecamatan sumpah pocong yang dipandu langsung oleh Kyai Qurdi ini menjadi tontonan warga.
Sumpah pocong ini bermula dari Tahdi, tetangganya yang menuduh Pak Kip memiliki ilmu santet atau ilmu hitam. Pasalnya anaknya sudah setahun menderita sakit, namun juga tak kunjung sembuh. Keluhanya, anaknya yang masih berusia 13 tahun sakit di bagian perut yang sebentar-bentar kambuh.
Tuduhan makin meruncing hingga menyebabkan ketegangan antar warga. Khawatir terjadi konflik bahkan pertikaian, kepala desa setempat Nur Hasan, akhirnya mengabulkan keinginan warga untuk menggelar sumpah pocong.
Begitu prosesi sumpah selesai, Pak Kip langsung segera diamankan ke Mapolsek Jambewangi untuk menghindari amuk massa. Bagi warga, sumpah pocong hingga saat ini masih menjadi pilihan untuk mengakhiri pertikaian antar warga karena tuduhan dukun santet. Warga yakin, jika mengumbar sumpah palsu akan mendapatkan musibah dan malapetaka dikemudian hari. (Nursalim/Sup)