HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
FOKUS

Berkah Kemarau

Produksi Garam Alami Peningkatan




indosiar.com, Brebes - (Kamis : 19/09/2013) Kemarau panjang yang bagi sebagian warga merupakan bencana, namun justru mendatangkan berkah bagi para petani garam di Brebes, Jawa Tengah. Pasalnya produksi garam para petani meningkat  tajam dibanding biasanya. Tapi sayang, peningkatan produksi tidak diimbangi dengan harga jual garam yang baik.   

Kemarau panjang yang saat ini tengah melanda sejumlah daerah, justru menjadi berkah bagi para petani garam di Desa Sawojajar Brebes, Jawa Tengah. Proses produksi garam yang dilakukan para petani, dapat berjalan maksimal, karena tidak terganggu hujan, sehingga produksi garam meningkat.

Produksi garam di Sawojajar, Brebes, saat ini meningkat sekitar tiga puluh persen dibanding bulan sebelumnya. Jika sebelumnya setiap satu hektar lahan garam, hanya bisa memproduksi 8 ton garam, saat musim kemarau panjang seperti sekarang ini, mampu menghasilkan 12 ton garam per hektar.

Melimpahnya produksi garam ini, tentu saja cukup menggembirakan para petani. Namun sayang melimpahnya produksi, tidak diimbangi stabilnya harga garam. Saat ini, harga garam merosot cukup tajam, dari 400 rupiah, turun menjadi 300 rupiah per kilogram. Proses produksi garam ini, memakan waktu cukup lama. Awalnya, lahan diberi air laut yang dipompa melalui kincir angin. Setelah muncul endapan butiran garam, air dibuang lalu dikeringkan.

Lahan yang telah kering, kemudian dipadatkan dengan cara digilas menggunakan alas penggilas yang digerakan dengan batang bambu. Setelah rata, lahan kembali disiram air. Proses ini dilakukan berulang-ulang sekitar dua bulan sampai muncul kristal garam dan cukup untuk dipanen. (Kuncoro Wijayanto/Sup)

 

Bookmark and Share