Para produsen di pusat sentra industri tempe tahu di Sanan, Malang, Jawa Timur kini resah akibat naiknya bahan baku kedelai yang mencapai 100 persen lebih. Tidak sedikit perajin tempe tahu ditempat ini menghentikan produksinya hampir 40 persen dari total 600 produsen yang ada.
Kenaikan harga kedelai yang masih impor dari Amerika tersebut menurut Hamdan, pengelola KUD, faktor penyebabnya tidak lain adalah naiknya harga minyak dunia dan kondisi cuaca yang buruk serta tidak menutup kemungkinan adanya spekulan untuk melakukan penimbunan kedelai.
Naiknya harga kedelai dirasakan sejak bulan Agustus dari 3500 rupiah menjadi 5000 rupiah setiap satu kilogram. Kenaikan tersebut terus mengalami lonjakan hingga saat ini mencapai 7500 rupiah perkilogram. (Tim Liputan/Sup)