HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
FOKUS

Sengketa Tanah Meruya

PT Porta Nigra Bukan Fiktif



indosiar.com, Jakarta - Direktur Utama PT Porta Nigra Benny Purwanto membantah perusahaan yang dipimpinnya melakukan penipuan atas kepemilikan tanah dikawasan Meruya Selatan. PT Porta Nigra juga memastikan tidak akan menuntut tanah warga yang sertifikatnya dibuat dibawah tahun 1997.

Dalam dengar pendapat umum Komisi II DPR RI dengan pihak PT Porta Nigra di Jakarta Senin (14/05/07) kemarin, Direktur Utama PT Porta Nigra Benny Purwanto Rachmat mengatakan kekecewaannya. Sebagai warga negara, Benny mengaku seharusnya mendapat perlakukan yang sama di mata hukum.

Benny mengaku tidak pernah melakukan penipuan atas nama perusahaan yang dipimpinnya termasuk upaya pembelian tanah di Kelurahan Meruya Selatan.

Lebih lanjut Kuasa Hukum PT Porta Nigra Yan Juanda mengatakan rencana eksekusi lahan seluas 44 hektar pada tanggal 21 Mei mendatang akan diprioritaskan pada lahan kosong seluas 15 hektar. Jika terdapat bangunan pada tanah bersangkutan PT Porta Nigra terbuka untuk melakukan negosiasi.

Yan Juanda membantah maraknya pemberitaan yang menyebutkan bahwa eksekusi yang dilaksanakan menyangkut lokasi-lokasi seperti komplek  DPR RI, Meruya Residen serta Universitas Mercu Buana yang menurut Yan Juanda sama sekali tidak masuk dalam putusan MA.

Pada kesempatan ini Dirut PT Porta Nigra Benny Purwanto Rachmat juga menyatakan keinginannya untuk tidak menuntut tanah-tanah warga Meruya Selatan yang sertifikatnya dibuat dibawah tahun 1997. Sebaliknya jika ditemukan sertifikat yang dibuat diatas tahun 1997, PT Porta Nigra membuka pintu negosiasi termasuk mempertanyakan hal tersebut pada Badan Pertanahan Nasional. (Ery Sofyan Hakim/Andi Pramudia/Sup)

 

Bookmark and Share