indosiar.com, Talaud, Sulut - Ribuan warga yang bermukim disejumlah pulau terluar yang berbatasan langsung dengan Pilipina hingga kini masih kesulitan mendapatkan berbagai jenis bahan pokok termasuk bahan bakar minyak untuk kebutuhan sehari-hari. Selain langka, BBM jenis minyak tanah dan premium terpaksa dibeli warga seharga 7 ribu hingga 13 ribu rupiah perliternya.
Ribuan warga yang bermukim disejumlah pulau di gugusan paling utara Kepulauan Indonesia hingga kini masih kesulitan mendapatkan sejumlah kebutuhan bahan pokok utamanya bahan bakar minyak untuk kebutuhan sehari-hari mereka.
Di pulau - pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara Pilipina seperti Pulau Miangas, Pulau Marore, Pulau Kawaluso dan sejumlah pulau lainnya hingga kini belum terdapat agen atau pangkalan minyak tanah dan berbagai jenis BBM lainnya. Akibatnya warga terpaksa harus mengeluarkan biaya besar untuk mendapatkan BBM yang mereka butuhkan.
Menurut salah seorang warga Pulau Miangas, satu botol minyak tanah untuk ukuran 650 mili liter dibelinya dengan harga 4000 rupiah atau sekitar 7000 rupiah perliternya. Sementara harga satu liter bensin warga harus membayar sebesar 13.000 rupiah.
Warga berharap kondisi yang mereka alami dapat segera berubah. Sebab selama ini untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak dan sejumlah kebutuhan pokok mereka warga pulau terluar terpaksa harus menempuh perjalanan mengarungi lautan selama berhari-hari menuju ibukota kabupaten untuk mendapatkan BBM. (Alamsyah Johan/Sup)