indosiar.com, Medan - Puluhan Anak Buah Kapal (ABK) Prima Lestari yang terdampar di Singapura setelah kapal yang mereka tumpangi bertabrakan dengan kapal kargo berbendera Taiwan disekitar Pulau Berhala, Sumatera Utara Rabu (15/07/09) kemarin, tiba di Bandara Polonia Medan, Sumatera Utara. Para ABK yang dijemput oleh pihak imigrasi Pelabuhan Belawan ini menolak prosedur pemeriksaan dokumen oleh petugas bandara karena ingin segera bertemu keluarga mereka.
ABK Prima Lestari yang berhasil dipulangkan dari Singapura sebanyak 22 orang. Para ABK ini terlihat emosional saat petugas imigrasi Bandara Polonia berusaha memeriksa dokumen mereka setelah menjalani penerbangan menggunakan pesawat Malaysia Airlines.
Mereka terkesan tidak sabar menjalani prosedur pemeriksaan karena ingin segera bertemu dengan keluarga mereka setelah sepekan terdampar di Singapura. Bahkan mereka juga sempat bersitegang dengan petugas penjemput dari Pelabuhan Belawan yang akan mengantar mereka ke Belawan untuk dimintai keterangan terkait insiden tabrakan Kapal Motor Prima Lestari dengan kapal kargo berbendera Taiwan disekitar Pulau Berhala di Sumatera Utara.
Sejumlah ABK akhirnya memilih jalan kaki keluar areal bandara dan mencari kendaraan sewaan untuk pulang ke Tanjung Balai bertemu keluarga mereka. Menurut petugas penjemput para korban bernama Safarudin, jumlah korban tercatat sebanyak 22 orang dan 8 diantaranya masih belum ditemukan. Sedangkan dua orang lainnya bernama Misde (54 tahun) dan Sutrisno (46 tahun), meninggal dunia. Para ABK KM Prima Lestari ini dipulangkan oleh pemerintah Singapura setelah mereka menjalani serangkaian pemeriksaan. (Edi Iriawan/Sup)