indosiar.com, Gowa - Sebuah acara buka puasa bersama di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan Kamis (10/09/09) kemarin, tiba-tiba kacau balau menyusul kepanikan puluhan orang yang mengalami keracunan makanan. Sebagian besar warga yang menyantap makanan berbuka mengalami gejala sakit kepala, mual yang disertai muntah-muntah.
Usai menyantap nasi kotak pada acara buka puasa di Desa Bunto Tangga, Kecamatan Bajeng, Gowa, Sulawesi Selatan kemarin petang, puluhan warga langsung mengalami muntah. Bukan hanya anak-anak, tapi orang dewasa pun juga tak luput dari kondisi tersebut. Beberapa korban mengaku awalnya hanya mengalami pusing dan sakit kepala, namun lama kelamaan mereka mengalami muntah-muntah. Serta merta penyelenggara acara langsung melarikan para korban keracunan ke Puskesmas terdekat di Kecamatan Bajeng.
Meski awalnya warga yang dibawa belasan orang saja, namun hingga pukul 21.00 WITA, jumlah korban keracunan terus bertambah. Bahkan kondisi Puskesmas yang sangat terbatas ruangannya membuat korban harus berdesak-desakan. Belum lagi keterbatasan tenaga perawat di Puskesmas tersebut membuat lambannya pelayanan kepada puluhan pasien. Hingga pukul 24.00 WITA, jumlah warga yang menjadi korban keracunan usai menyantap makanan buka puasa di Desa Bunto Tangga terus bertambah. Karena Puskesmas Bajeng tidak mampu menampung korban yang dirawat, sebagian korban keracunan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Gowa.
Pihak rumah sakit sendiri awalnya mencatat 60 pasien yang dirawat, namun menjelang dini hari tercatat sudah mencapai 100 orang yang dirawat hingga ke lorong-lorong rumah sakit. Salah seorang keluarga korban menduga, penyebab keracunan itu berasal dari telur dan mie yang mungkin sudah kadaluarsa.
Kapolsekta Bajeng AKP Salam langsung menurunkan timnya untuk meneliti sampel makanan yang diduga sebagai penyebab keracunan. (Saharuddin Ridwan/Sup)