indosiar.com, Sidoarjo - Jika dilihat sekilas, asap yang mengepul di pusat semburan lumpur Lapindo, tidak ada bedanya dengan hari-hari biasa. Namun jika dilihat secara detail, muncul dua semburan utama dan asap yang mengepul ke udara, yang mengarah ke utara dan selatan.
Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), mengatakan penyebab pasti munculnya semburan lumpur menjadi dua bagian ini belum diketahui. Masih akan dilakukan penelitian lebih lanjut, apakah fenomena ini ada hubungannya dengan aktivitas gunung berapi di selatan pulau jawa.
Namun dari pantauan BPLS, setidaknya dalam dua pekan terakhir, semburan utama lumpur jumlahnya fluktuatif. Bahkan pernah sampai sepuluh buah semburan, meski hanya sebentar. Saat ini, jumlah semburan lumpur mencapai 10 hingga 15 ribu meter kubik perhari.
Belum ada pernyataan resmi dari ahli manapun terkait fenomena ini. BPLS menduga bahwa ini biasa terjadi saat adanya perubahan aktivitas dalam perut bumi.
Saat ini lumpur panas sudah menenggelamkan sedikitnya 11 desa di tiga kecamatan. Sebagai langkah antisipasi meluasnya area terdampak lumpur, BPLS mengalirkan lumpur cair ke selat Madura melewati Kali Porong. (Hidayat Adi/Sup)