indosiar.com, Jakarta - Sekitar pukul 21.15 WIB Senin (20/04/09) malam, Pusat Tabulasi Nasional KPU di Hotel Borobudur ditutup dan mulai Selasa (21/04/09) hari ini tabulasi suara dilanjutkan di Kantor KPU. Penutupan pusat tabulasi ini terkait habisnya massa kontrak KPU di Hotel Borobudur.
Pusat Tabulasi Nasional KPU secara resmi ditutup pada Senin malam. Namun anehnya penutupan pengoperasian Tabulasi Nasional KPU ini tidak dihadiri oleh satupun ketua dan anggota KPU sendiri.
Anggota KPU, Syamsul Bachri mengakui, penutupan tabulasi ini dilakukan sehubungan dengan berakhirnya massa kontrak dengan pihak hotel selama 12 hari sejak Pusat Tabulasi Nasional diresmikan pada tanggal 10 April lalu. Selanjutnya terhitung mulai 21 April 2009, tabulasi nasional dipindah ke KPU.
Sementara itu Koordinator Nasional Komite Pemilih Indonesia (TEPI Indonesia) Jeirry Sumampow , menuding KPU tidak siap menangani tabulasi nasional. Ini terbukti dengan lambannya penghitungan dan jumlah suara yang masuk dalam rekapitulasi elektronik KPU.
Hingga pukul 22.00 WIB Senin malam, jumlah suara yang masuk ke tabulasi nasional hanya 13 juta suara lebih atau 7,63 % dari 171 juta DPT. Jumlah ini sangat jauh dari target KPU yakni sebesar 80 % dari total DPT atau sekitar 130 juta suara.
KPU membenarkan adanya kelemahan jaringan IT data Pusat Tabulasi KPU ini yang kerap terganggu hingga membuat pengiriman data ke Pusat Tabulasi terhambat atau lamban. Kinerja KPU yang lamban dalam menangani Tabulasi Nasional membuat sejumlah kalangan pesimis pengumuman penghitungan suara pemilu legislatif bisa terlaksana yakni tanggal 9 Mei mendatang. (Nancy Erene/Rudi Asmoro/Sup)