HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS
Pembunuhan Nasrudin

Rani Terancam di DO dari Kampus



indosiar.com, Tangerang - Rani Juliani kini terancam di drop out (DO) dari kampusnya Sekolah Tinggi Manajemen dan Ilmu Komputer Raharja, Tangerang. Alasannya Rani sudah dua bulan tidak kuliah, pihak kampus kini mencoba merazia kalender kampus dimana ada foto Rani terpampang sebagai model kampus. 

Kampus STMIK Raharja di Jalan Raya Sudirman Kota Tangerang saat ini tengah disorot publik lantaran salah satu mahasiswanya Rani Juliani dikaitkan dengan berita besar tentang terbunuhnya Direktur PRB RNI Group, Nasrudin Zulkarnaen. 

Terlebih kasus itu juga menyeret Ketua KPK, Antasari Azhar yang menjadi tersangka. Pihak kampus sendiri pun memperketat di area kampus. Wartawan yang akan melakukan peliputan pun sempat dilarang. Bahkan pihak kampus juga sempat merazia sejumlah kalender kampus yang didalamnya ada foto Rani Juliani karena khawatir diliput kalangan wartawan. 

Rani dikabarkan sudah dua bulan tidak aktif masuk kampus dan tidak diketahui keberadaannya. Kondisi ini mengakibatkan Rani terancam dikeluarkan. Rani sendiri tercatat sebagai mahasiswi jurusan manajemen informatika semester II STMIK Raharja.

Namun rekan Rani di kampus memberikan informasi berbeda. Mereka menyebutkan Rani masih aktif kuliah dan pada 2 minggu lalu masuk kampus. Di kalangan temannya, Rani dikenal sebagai pribadi tertutup dan lebih banyak bergaul dengan teman laki-laki. Rani Juliani, mahasiswi STMIK Raharja ini juga dikenal sebagai model kampus, bahkan fotonya masuk dalam kalender pendidikan kampus STMIK Raharja. (Mas'ud Ibnu Samsuri/Sup)

Bookmark and Share


Page: 1
6-May-2009 10:07:45 WIB by scorpion
koq orang mau sekolah dilarang wah makin parah saja sakit sby&mjk apa salah si perek kalau mau sekolah.emangnya sekarang masih jaman kolonial hanya bangsawan dengan orang kaya saja yang boleh sekolah.katanya rezimnya mendukung gender lha koq malah jadi hipokrit begini.dimana ukuran dari kesantunan dan keberadaban anda bapak presiden republik indonesia.
5-May-2009 15:57:17 WIB by Nurlince Sianturi
Indonesia saat ini memiliki pemimpin yang hanya mencintai diri sendiri, bukan rakyatnya.Tidak ada takut kepada Allah Sang Pencipta, tidak ada cinta sama sekali bagi negeri. Memiliki nilai moral yang baik tidak lagi terpikirkan, yang penting hawa nafsu terpuaskan yang membawa manusia kepada perilaku menyimpang dan penuh kejahatan. Pemimpin meminta nasehat kepada paranormal yang adalah kekuatan setan, sehingga perilakunyapun sesuai dengan keinginan setan.Semua lupa kepada Sang Pencipta. Entah mau jadi apa bangsa ini kalau yang menduduki kursi kepemimpinan adalah orang-orang yang mengumbar hawa nafsu dan mengejar kepuasan sendiri tanpa memikirkan nasib rakyat banyak yang sedang terpurukbahkan sangat terpuruk.Sementara sebagaian besar rakyat sedang berjuang untuk sesuap nasi, beberapa pemimpinnya sedang menghambur-hamburkan uang rakyat untuk mengumbar hawa nafsu keinginan dunia. Bahkan uang yang sudah tidak sanggup lagi dihabiskan karena banyaknya hingga digunakan untuk menghabisi nyawa orang dengan membayar pembunuh bayaran. Seandainya uang itu digunakan untuk menolong yang kekurangan dan membantu untuk membangun bangsa ini. Segala sesuatu telah dinilai dengan uang, tanpa kasih tanpa ada rasa. Kapan bangsa ini akan kembali kepada-Mu ya Allah? Ampunilah dosa pemimpin kami dan dosa seluruh rakyat Indonesia ini. Biarlah bangsa ini menjadi bangsa yang beribadah kepada Allah Sang Pencipta Langit Bumi dan segala isinya. Tegakkanlah hukum seadil-adilnya hai Bapak-bapak pemimpin bangsa. Karena kalau hukum berlaku seadil-adilnya maka kejahatan akan berkurang.

 

Nama:
Email:
Security Code: