indosiar.com, Subang - Ratusan rumah di Subang, Jawa Barat mengalami retak-retak di dinding akibat getaran ledakan aktifitas seismik pengeboran gas milik sebuah perusahaan. Warga mendesak agar pihak perusahaan segera membayar ganti kerugian yang ditimbulkan dari aktifitas ini.
Kerusakan pada rumah dengan timbulnya retak-retak dibagian dinding membuat warga Dusun Cisaat, Desa BojongLoa, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat resah.
Warga khawatir jika tetap dibiarkan rumah mereka akan ambruk. Kerusakan rumah warga ini diduga akibat aktifitas seismik berupa pengeboran perut bumi dengan menggunakan dinamit. Menurut warga, sejak berlangsungnya aktifitas ini, mereka terus dibayangi keresahan. Mereka meminta PT Bumi Parahyangan Ragil Emergency yang melakukan aktifitas seismik untuk segera melakukan ganti rugi.
Aktifitas seismik berupa pengeboran ini sendiri dilakukan sebagai survie untuk mendeteksi keberadaan potensi minyak dan gas yang berada dalam kandungan bumi. Berdasarkan data sementara, kerusakan rumah dengan kondisi retak-retak mencapai 140 rumah. Selain itu salah seorang warga juga dilaporkan sempat jatuh pingsan lantaran kerasnya suara ledakan.
Kegiatan pengeboran telah berlangsung selama dua bulan silam dengan jarak pengeboran sekitar 200 meter dari perkampungan. Sementara itu perwakilan dari perusahaan yang bergerak di bidang seismik mengaku, sebelum beroperasi, pihaknya telah melakukan sosialisasi seputar dampak dan resiko dari proses pengeboran.
Suara keras yang ditimbulkan menurutnya merupakan ledakan dinamit, namun dalam kategori rendah. Pihak perusahaan berjanji akan segera melakukan ganti rugi segera setelah dilakukan pendataan. Sebagai jaminan, saat ini warga menyandera dua unit kendaraan milik perusahaan agar mereka menempati janjinya. (Zaenal Arifin/Sup)