indosiar.com, Jakarta - Ratusan pelajar SMU Negeri 6 Bulungan, Jakarta Selatan Kamis (27/08/09) pagi, menolak mengikuti kegiatan sekolah dan memilih menggelar aksi konvoi keliling kawasan Bulungan hingga Barito. Aksi mogok belajar ini dilakukan untuk menuntut mundur kepala sekolah mereka yang dinilai tidak aspiratif dan tidak bisa menciptakan suasana harmonis antara guru dan murid. Bulan ramadhan ternyata tidak mampu meredam kekecewaan siswa siswi SMUN 6 Bulungan, Jakarta Selatan terhadap sang kepala sekolah Kadarwati Mardi Utama. Ratusan siswa yang kecewa ini melakukan aksi mogok belajar dan memilih menggelar konvoi keliling kawasan Bulungan dan Barito. Para siswa menilai, kepala sekolah mereka tidak aspiratif dan tidak mampu menciptakan hubungan yang harmonis antara guru dan murid. Kekecewaan mereka terhadap kepala sekolah kian tidak terbendung karena ancaman sangsi terhadap sejumlah pelajar yang terlibat tawuran dengan pelajar SMU Negeri 70 pada hari Kemerdekaan lalu, tanpa terlebih dahulu mencari akar permasalahannya. Para siswa ini mengancam akan menggelar aksi yang lebih besar, jika tuntutan mereka tidak dipenuhi. Rencananya Jumat (28/08) pagi mereka akan menggelar dialog dengan pihak sekolah dengan menghadirkan Ketua Komisi Perlindungan Anak Nasional Seto Mulyadi selaku mediator. Terkait aksi mogok belajar siswa SMUN 6 Bulungan dan tuntutan mundur sang kepala sekolah, pihak sekolah tidak bersedia memberi komentar. (Dedi Irawan/Sup)