indosiar.com, Purwakarta - Ratusan ton ikan di jaring terapung Waduk Juanda, Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat mati. Buruknya cuaca dan hujan deras membuat puluhan ton ikan ini kekurangan oksigen dan mati secara massal. Akibat peristiwa ini para petani ikan jaring apung ditaksir menderita kerugian ratusan juta rupiah.
Matinya ratusan ton ikan di jaring apung Waduk Juanda, Jatiluhur ini telah berlangsung selama tiga hari. Ikan yang mati terutama jenis ikan nila dan ikan mas dengan usia tanam 2 hingga 3 bulan atau memasuki massa panen. Karena tidak ada tempat pembuangan, para petani ikan hanya dapat membuang bangkai ikan keluar kolam.
Banyaknya bangkai ikan yang mati ini membuat kondisi air di waduk Juanda, Jatiluhur menjadi keruh dan berbau busuk. Menurut para petani, kematian ikan yang mereka pelihara terjadi akibat buruknya cuaca. Selama satu pekan terakhir cuaca terus menerus mendung dan berakhir dengan hujan. Tidak adanya terik matahari menyebabkan kondisi air terlalu dingin dan berakibat fatal pada ikan di kolam.
Musibah ini menyebabkan para petani ikan di waduk Juanda Jatiluhur menderita kerugian hingga ratusan juta rupiah. Namun para petani mengaku hanya bisa pasrah. Kematian ratusan ton ikan di waduk Jatiluhur hampir tiap tahun terjadi. Umumnya para petani telah mengantisipasi kejadian ini dengan mengurangi penanaman ikan di musim hujan. (Zaenal Arifin/Sup)