indosiar.com, Bantul/Garut - Menyusul ditemukannya daging sapi yang berformalin dikawasan Bantul, Yogyakarta, Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Bantul semakin giat melakukan razia daging di pasar tradisional. Razia daging dan bahan makanan juga dilakukan di kota Garut, Jawa Barat.
Petugas KPP Bantul Selasa (01/09/09) pagi, melakukan razia daging di Pasar Tradisional Piyungan, Bantul. Dalam razia ini para petugas secara teliti memeriksa daging sapi maupun ayam dengan menggunakan alat serta cairan obat.
Hal ini dilakukan agar daging yang mengandung formalin bisa diketahui sedini mungkin. Dalam razia ini, petugas menemukan daging ayam yang kadar gizinya kurang baik untuk dikonsumsi. Diduga daging ayam tersebut merupakan daging yang sudah mati. Guna membuktikan hal ini, maka daging ayam tersebut dibawa ke laboratorium untuk diteliti lebih lanjut.
Bukan itu saja petugas juga masih menemukan adanya pedagang yang bandel dengan menjajakan daging dekat tempat sampah. Padahal hal ini tidak diperbolehkan.
Dalam razia ini petugas sementara hanya memberikan sanksi peringatan saja. Kegiatan razia ini akan rutin digelar selama bulan ramadhan berlangsung.
Sementara untuk mengantisipasi beredarnya daging gelonggongan dan produk kadaluarsa menjelang lebaran, Bupati Garut bersama petugas Satpol PP dan Dinas Disperindag Kabupaten Garut, Jawa Barat menggelar inspeksi mendadak kesejumlah swalayan. Hasilnya meski tidak ditemukan produk kadaluarsa dan daging gelonggongan, namun ditemukan barang-barang yang harganya melambung tinggi jauh melebihi harga maksimal yang telah ditetapkan pemerintah.
Selain itu petugas juga merazia parsel lebaran, karena dikhawatirkan menggunakan produk yang kadaluarsa. (Gandung Jatmiko/Deni Muhammad Arif/Sup)