indosiar.com, Jakarta - Makin menguatnya nama Boediono sebagai cawapres pasangan SBY membuat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kecewa dan mulai mempertimbangkan langkahnya untuk hengkang dari koalisi. Presiden Partai Keadilan Sejahtera Tifatul Sembiring beralasan, nama Boediono tidak mewakili umat terutama partai yang berkoalisi dengan Demokrat.
Keberatan PKS dengan nama Boediono sebagai cawapres Susilo Bambang Yudhoyono dalam pilpres disampaikan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Tifatul Sembiring menjelang rapat internal Dewan Pimpinan Pusat PKS di Jakarta Rabu (13/05/09) malam. Menurut Tifatul, seharusnya SBY bisa mengkomunikasinya terlebih dahulu tentang cawapres yang akan menjadi pasangannya karena PKS punya kewajiban moral untuk menjelaskan cawapres kepada konstituwennya.
Sementara figur Boediono sendiri menurut Tifatul, belum mengambarkan keterwakilan umat seperti yang diinginkan PKS. Tifatul menilai, SBY harusnya punya alasan yang rasional memilih Boediono sebagai cawapres karena 3 partai lain yang berkoalisi dengan Partai Demokrat adalah partai Islam. Menurut Tifatul, kalaupun SBY tidak mau memilih orang partai setidaknya masih banyak tokoh lain yang bisa mewakili aspirasi umat Islam. (Sukwan Hanafi/Dedi Suhardiman/Sup)