indosiar.com, Madiun - Jenasah Adi Saputro, anak bungsu dari 4 bersaudara pasangan Sadimin dan Warsini itu, langsung dibawa ke rumah duka di Desa Gunung Sari, Kecamatan Nglames. Korban yang tercatat sebagai siswa kelas 2 itu, sebenarnya sudah 4 hari menderita gejala demam berdarah. Namun korban hanya menjalani rawat jalan di rumah, setelah mendapat obat dari Puskesmas Tiron.
Kepala desa setempat, Irwan Suwandi, menyayangkan sikap dinas kesehatan yang tidak tanggap akan situasi kesehatan warganya. Meski tercatat sudah 15 orang warganya terserang demam berdarah sejak Januari lalu, namun pihak terkait belum pernah melakukan pengasapan. Usai dimandikan, jenasah korban, langsung dimakamkan di TPU desa setempat. (Bambang Tjuk Winarno/Sup)