indosiar.com, Jakarta - Isu reshuffle kabinet kini menjadi perbincangan hangat setelah presiden menyatakan akan mengumumkan pergantian sejumlah menteri awal Mei mendatang. Namun demikian sejumlah menteri menyatakan tidak terganggu dengan rencana reshuffle.
Sebagian menteri ada yang merasa terganggu dan resah. Namun tidak sedikit juga menteri yang berkomentar tidak terpengaruh dengan rencana reshuffle kabinet yang akan dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Menko Kesra Abu Rizal Bakrie menyatakan, pergantian menteri adalah hak prerogatif presiden. Abu Rizal menilai ia sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Selama menjabat sebagai Menko Kesra tidak sedikit kasus terkait persoalan masyarakat muncul mulai kasus kelaparan, penanganan bencana alam hingga kasus lumpur Lapindo yang hingga kini belum kunjung selesai.
Sementara itu meski diterpa sejumlah kasus dan disorot masyarakat, Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaludin menegaskan tidak terganggu dan tetap menjalankan tugasnya dengan baik. Belakangan ini Hamid diterpa dugaan kasus menerima transfer uang dari Tommy Soeharto dan dugaan kasus aliran dana sebesar 30 Euro terkait kasus pengadaan alat sidik jari yang diduga mengandung korupsi.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menyatakan awal bulan Mei mendatang akan mengumumkan perombakan kabinet secara terbatas. (Nancy Erene dan Heru Desembri/Sup)