indosiar.com, Surabaya - Sekitar 2500 anak yatim dari seluruh Panti Asuhan Islam di Surabaya Minggu (20/01/08) melakukan pawai merayakan Hari Anak Yatim 10 Muharam 1429 Hijriyah. Aksi ribuan anak yatim tersebut sekaligus desakan agar pemerintah menetapkan 10 Muharam sebagai Hari Anak Yatim.
Beginilah antusias anak yatim seluruh kota Surabaya saat mengikuti pawai karnaval merayakan Hari Anak Yatim 10 Muharam 1429 Hijriyah. Berbagai kreasi kostum bernuasa Islami sengaja mereka tampilkan sebagai ekspresi pesan moral indahnya berbagi kepada publik.
Detum suara drum band menambah semarak pawai. Lantunan lagu mengiringi ekspresi peserta pawai. Arsy salah satu peserta pawai sengaja mengendong patung perempuan. Bila dilihat saat ia berjalan, seolah-olah Arsy yang digendong patung. Ekspresi ini sebagai wujud kerinduan kepada sosok seorang ibu.
Pawai yang digelar oleh Badan Kerjasama Panti Asuhan Islam Surabaya ini merupakan pawai terbesar di Indonesia sebagai bentuk deklarasi Hari Anak Yatim, ditandai dengan membubuhkan tanda tangan 2500 peserta diatas kain sepanjang 200 meter.
Deklarasi anak yatim ini digelar untuk menyuarakan pesan moral kerukunan dan kebersamaan kepada masyarakat Indonesia dan juga sebagai wadah ekspersi menggali potensi bagi mereka. (Tim Liputan/Sup)