indosiar.com, Jawa Timur - Banjir di Kecamatan Balarejo, Madiun, Jawa Timur Rabu (25/02/09) kemarin, mencapai ketinggian 2 meter. Genangan air ini merendam belasan desa diantaranya Kedung Rejo, Mapadan, Waduk Rejo dan Balarejo. Kondisi terparah dialami desa Kedung Jati, sedikitnya 500 rumah terendam banjir sehingga membuat warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Selain merendam rumah warga, banjir juga membuat prasarana pemerintahan dan sosial lumpuh. Sejumlah kantor pemerintah tutup tidak dapat melayani warga akibat terendam. Sejumlah sekolah juga terpaksa diliburkan karena ruangan kelas tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Banjir ikut merusak ribuan hektar sawah sehingga menimbulkan kerugian bagi petani, karena tanaman padi yang baru ditanam mengalami puso.
Banjir bandang juga melanda Bojonegoro. Banjir datang tiba-tiba akibat tingginya curah hujan yang terus menguyur hingga mengakibatkan 4 desa yaitu Desa Klepek, Desa Suko Sewu, Desa Kali Cilik, serta Desa Semawot, Kecamatan Suko Sewu diterjang banjir dari sungai Pacal. Warga mulai panik, mereka berhamburan keluar rumah karena rumah mereka diterjang banjir bandang setinggi 1 hingga 2 meter. Derasnya banjir bandang juga membuat seorang nenek tua yang tinggal sendiri terpaksa dievakuasi dengan dibopong karena rumahnya sudah terendam banjir.
Banjir bandang kali ini merendam sedikitnya 3000 lebih rumah warga yang berada di 4 desa di Kecamatan Suko Sewu. Meski banjir bandang terus meluas tidak ada korban jiwa.
Sementara itu akibat sungai Bengawan Solo kembali meluap, ratusan rumah di 6 desa Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur kembali terendam banjir hingga ketinggian sepaha orang dewasa. Di Desa Ngadirejo, selain merendam ratusan rumah warga, banjir di desa ini juga merendam bangunan kantor kepala desa dan sebuah sekolah. Akibatnya aktifitas pelayanan publik dan belajar mengajar lumpuh total. Luapan banjir yang cukup deras ini juga nyaris memutuskan jalan penghubung jalan antar desa disetiap kecamatan. Kendati demikian warga masih memilih terus beraktifitas untuk memenuhi kebutuhan ekonomi selama banjir berlangsung. (Tim Liputan/Sup)