indosiar.com, Bali - Sidak yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali ke distributor dan pengecer yang menjual elpiji di Denpasar, dilakukan karena maraknya ledakan tabung gas yang terjadi di Bali dalam empat bulan terakhir.
Dalam sidak tersebut ditemukan lebih dari 3000 tabung gas yang bocor dan tak layak pakai. Selain itu Disperindag juga menemukan tabung gas palsu yang terbuat dari plat besi. Namun Disperindag tidak melakukan penyitaan, hanya menegur terhadap pengelola, namun Disperindag berjanji akan berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk segera menarik tabung gas tersebut dari peredaran.
Dari data yang dimiliki Disperindag Denpasar jumlah kebutuhan masyarakat Denpasar terhadap elpiji mencapai 100 ton lebih elpiji perhari. Sementara tingkat kecelakaan menggunakan tabung gas elpiji di Bali setiap bulannya terus menunjukkan peningkatan. (Riadi Sulhi/Sup)