indosiar.com, Maluku - Aksi ribuan warga yang menamakan diri Koalisi Demokrasi Pilkada Maluku Tengah, untuk menolak hasil pilkada yang dinilai penuh kecurangan, melakukan aksi demo di Kantor Panwas Pilkada di Jalan Nusantara, Masobi. Namun aksi ini sempat memanas hingga terjadi kericuhan.
Massa mendesak Panwas untuk membatalkan Pildaka Maluku Tengah dan menuduh KPUD tidak netral, karena sejumlah anggota KPUD menjadi tim sukses Abdullah Tuasikal, pejabat bupati setempat. Selain itu KPUD juga mengumumkan hasil pilkada sebelum proses perhitungan suara selesai.
Warga juga melaporkan sejumlah TPS di Kecamatan Seram Utara, pencoblosan hanya dilakukan oleh satu orang. Tidak hanya itu, para saksi dari kandidat lain dipaksa menandatangani berita acara kosong, sebelum pencoblosan dimulai. Serta penggelembungan suara disejumlah TPS, jauh diatas jumlah penduduk setempat.
Aksi serupa juga dilakukan oleh kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera, pendukung pasangan Yusuf Latuconsina - Leonard Loehi, di Mapolres Maluku Tengah. Mereka juga mendesak polisi segera menangkap Karel Kaorisa, Stefani L, dan Hengki Wattimena, ketiganya adalah tim sukses Abdullah Tuasikal, yang telah menyebarkan selebaran yang isinya mencemarkan nama baik TKS.(Jabartianotak/Idh)