indosiar.com, Jakarta - Pihak Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo secara resmi membantah kabar yang beredar melalui SMS bahwa ada yang tidak wajar dengan wafatnya Kiai Haji Abdurrahman Wahid. Menurut Direktur RSCM Akmal Taher, Gus Dur wafat akibat penyumbatan pembuluh darah.
Akmal Taher menyatakan, sebelum Kiai Haji Abdurrahman Wahid menghembuskan napas terakhir Presiden SBY datang didampingi Menteri Kesehatan dan ditemani menantu Gus Dur.
Keberadaan Presiden SBY hanya berjarak sekitar 20 meter dari kamar tempat Gus Dur menerima tindakan medis. Presiden SBY kemudian meninggalkan RSCM 10 menit setelah menerima kabar bahwa Gus Dur telah meninggal pada pukul 18.45 WIB. Presiden SBY bahkan sempat berdoa serta mengucapkan bela sungkawa atas kepergian Gus Dur kepada keluarganya.
Menurut tim medis RSCM, Gus Dur meninggal dunia karena mengalami gagal jantung setelah terjadi penyumbatan darah dan mempengaruhi aliran darah ke tungkai kiri dan bagian tubuh lainnya.
Sementara itu pihak keluarga Kiai Haji Abdurrahman Wahid tidak mempercayai isi SMS gelap tentang misteri kematian Gus Dur. Mereka telah mempercayakan perawatan Gus Dur sepenuhnya kepada RSCM sejak Gus Dur menjadi pasien pada tahun 1990.
Kiai Haji Abdurrahman Wahid masuk ke RSCM pada 14 Desember, karena mengidap penyakit komplikasi seperti diabetes dan jantung. Almarhum Presiden RI keempat itu menjalani rawat inap dan cuci darah pada 16 Desember dan meninggal dunia pada 30 Desember pukul 18.45 WIB. (Endro Bawono/Sup)