indosiar.com, Lampung - Suasana mulai memanas sejak massa melakukan konvoi menuju rumah dinas Bupati Lampung Timur, Satono. Kemarahan warga kian memuncak, saat mengetahui bupati tidak berada di tempat, saat diserbu warga. Massa nekad mendatangi rumah dinas bupati, karena bupati selalu menghindari massa, saat berlangsungnya aksi unjuk rasa menuntut transparansi penggunaan dana APBD Lampung Timur, yang diduga telah diselewengkan.
Karena tidak berhasil menemui bupati di rumah dinasnya, massa mengalihkan aksi mereka ke kantor bupati. Di depan kantor bupati, massa menggelar orasi, menuntut pertanggung-jawaban bupati atas hilangnya dana APBD sebesar 119 milyar rupiah, yang disimpan di BPR Tripanca Setiadana, yang kini telah dilikuidasi. Massa juga menuntut Satono, melepas jabatannya sebagai Bupati Lampung Timur.
Untuk kesekian kalinya, masssa kembali harus menelan kekecewaan, karena tidak berhasil menemui bupati. Menurut staf bupati, Satono sedang dinas di luar kota. Massa yang kecewa, akhirnya membakar keranda dan foto Satono, sebagai wujud kekecewaan mereka. (Aris Susanto/Sup)