indosiar.com, Probolinggo - Aksi protes menyusul insiden Monas pada Minggu lalu hingga Rabu (4/6/08) kemarin belum berakhir. Kendati polisi sudah menangkap puluhan anggota FPI rumah mantan Ketua Front Pembela Islam (FPI) di Probolinggo, Jawa Timur Rabu sore dirusak oleh massa yang mengaku sebagai pendukung setia Gus Dur. Sedangkan Ketua Majelis Dewan Suro FPI Banyuwangi, Jawa Timur lebih memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
Rumah Habib Lutfi mantan Ketua Front Pembela Islam (FPI), Kabupaten Probolinggo Rabu sore didatangi puluhan orang yang mengaku dari pengurus anak cabang Partai Kebangkitan Bangsa, Kecamatan Kraksan, Probolinggo. Massa menuntut FPI dibubarkan dan Ketua FPI Habib Rizieq Shihab meminta maaf kepada Gus Dur. Mereka datang sambil membawa sejumlah poster dan merusak pagar rumah yang berada di Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksan, Probolinggo itu.
Dalam kesempatan ini Habib Lutfi menegaskan sejak tahun 2004 dirinya tidak lagi menjabat sebagai Ketua FPI Probolinggo. Dalam aksi ini tak seorang pun anggota polisi terlihat, polisi baru tiba dilokasi kejadian setelah massa hendak membubarkan diri.
Sementara itu Ketua Majelis Dewan Suro FPI Banyuwangi, Jawa Timur Syamsul Maarif, Rabu siang mengundurkan diri dari jabatannya. Pengasuh Pondok Pesantren Raudatul Makmur Bertapang, Banyuwangi ini beralasan tidak sependapat lagi dengan sikap FPI yang sering menonjolkan kekerasan dan menyimpang dari ajaran Islam.
Selain berharap aksinya diikuti para anggota FPI yang lain Syamsul juga mengharapkan pembubaran FPI diseluruh Indonesia. (Tim Liputan/Dv).