indosiar.com, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap pemerintah Malaysia menjaga sensitivitas rakyat Indonesia terkait pengklaiman karya cipta anak bangsa. Karena kasus klaim budaya oleh Malaysia bukan yang pertama, tapi sudah berulangkali.
Presiden SBY menaruh perhatian serius terkait klaim Tari Pendet oleh Malaysia ini karena Malaysia telah berulangkali melakukan klaim terhadap hak cipta rakyat Indonesia.
Karena itu usai menerima laporan Menbudpar Selasa (25/08/09) kemarin, Presiden berharap Malaysia menjaga sensitivitas rakyat Indonesia terkait klaim hak cipta itu.
Presiden SBY sudah menyampaikan pada menteri terkait seperti Menteri Hukum dan HAM, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata dan para gubernur untuk segera melakukan percepatan inventarisasi dari karya anak bangsa di daerah-daerah yang dapat dibawa ke tingkat dunia untuk dijadikan Global Heritage.
Beberapa karya anak bangsa yang sudah diakui hak cipta dan hak kekayaan intelektualnya antara lain tahun 2003, Unesco menerima Wayang sebagai sebuah warisan Indonesia. Tahun 2005, Keris juga diakui. Saat ini pemerintah Indonesia sedang menunggu Batik dan Angklung juga diakui sebagai warisan Indonesia dan menyusul tari Poco Poco. (Eliza Amanda/Dwinanto Agung/Sup)