indosiar.com, Tegal - Dari Pantura Tegal, Jawa Tengah sejumlah alat pemantau arus lalu lintas atau ATCS saat ini dalam kondisi rusak. Bahkan kerusakan terjadi di lima titik ini hingga saat ini masih belum diperbaiki. Alat pemantau arus lalu lintas ini sangat diperlukan untuk membantu mengatasi kepadatan arus lalu lintas terlebih saat lebaran.
Lima titik di jalur Pantura Tegal yang dipasang alat ATCS atau alat pemantau arus lalu lintas yakni diperempatan Maya, Pertigaan Pramesti, Pertigaan Mulyadana, Perempatan Gudang Garang dan Pertigaan Tempa.
Pemasangan alat ATCS ini berfungsi untuk memantau kepadatan arus lalu lintas terutama saat arus mudik. Namun saat ini lima unit alat ATCS itu tidak berfungsi karena rusak sebelum musim arus mudik tiba. Padahal pemasangan lima unit ATCS tersebut menelan biaya cukup besar yakni mencapai 1,8 miliar rupiah.
Gambar rekaman ATCS bisa dimonitor dari ruang central kamera atau CC Room di Balai Kota Tegal. Petugas CC Room bisa mengatur waktu lampu traffic light sesuai volume lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Tegal Sumito mengatakan, kerusakan terjadi karena faktor alam yakni cuaca dan getaran jalan oleh kendaraan berat. Ia menjamin seluruh ATCS dapat berfungsi pada H-15 lebaran.
Pemerintah Kota Tegal telah mengajukan komplain kepada pihak Maxtel Bandung selaku rekanan yang memasang lima unit alat ATCS ini. Masyarakat berharap alat bernilai miliaran rupiah ini tidak terbengkalai begitu saja saat arus mudik lebaran mendatang. (Kuncoro Wijayanto/Sup)