indosiar.com, Jombang - Kehadiran ribuan jamaah Tarekat Naqsabandiyah di Masjid Baitul Muttaqien, Dukuh Pelopo, Jombang, Jawa Timur, sejak tadi pagi (Selasa, 9/12/2008) bukan untuk mengikuti latihan tarekat, tapi untuk melaksanakan sholat Idul Adha.
Bertindak selaku imam dan khotib adalah Kyai Nasuha Anwar, pimpinan Tarekat Naqsabandiyah. Selain diikuti jamaah tarekat dari Jombang, mereka juga berasal dari berbagai daerah di luar Jombang.
Menurut Nasuha Anwar, pelaksanaan sholat Idul Adha 1429 Hijriah pada Hari Selasa ini, atau sehari setelah keputusan pemerintah, didasarkan pada hasil rukyah atau penglihatan pengurus Naqsabandiyah di sejumlah tempat termasuk di Tanjung Kodok. Disimpulkan, 10 Dzulhijah jatuh pada hari Selasa, 9 Desember.
Pelaksanaan sholat Idul Adha pada hari Selasa ini juga dilakukan jamaah Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) di Padang, Sumatera Barat. Ratusan jamaah menggelar sholat ied di Masjid Al Ansho, di Kampung Pisang, Anak Air, Kelurahan Batipu Panjang, Kecamatan Koto Tengah, Padang.
Meski sama-sama melaksanakan sholat Idul Adha pada hari kedua, Selasa, 9 Desember 2008, namun kedua ormas ini memiliki metode penetapan yang berbeda. Jika Tarekat Naqsabandiyah mendasarkan perhitungan Idul Adha pada penglihatan mata (rukyah), PERTI mendasarkan penetapannya pada metode hisab atau hitungan kalender.
Diluar perbedaan waktu pelaksanaan sholat Idul Adha, jamaah pengikut kedua ormas ini juga melaksanakan penyembelihan hewan korban, sebagaimana yang dilakukan umat muslim pada umumnya usai pelaksanaan sholat. Mereka juga bermaaf-maafan usai sholat.(Tim Liputan/Ijs)