indosiar.com, Jember - Serangan wabah demam berdarah dengue di Jember, Jawa Timur, terus meluas. Tidak hanya di wilayah perkotaan, DBD juga kian meluas ke daerah pesisir hingga membuat sejumlah rumah sakit dan puskesmas kewalahan. Beberapa pasien yang datang bahkan kondisinya telah masuk fase dengue shock syndrome, (DSS), hingga perlu perawatan khusus.
RSUD Balung adalah salah satu rumah sakit di Jember Selatan, yang beberapa bulan terakhir menjadi rujukan pasien penderita DBD dari beberapa puskesmas.
Di rumah sakit ini, tak kurang 2 penderita baru tiap harinya masuk dan menjalani rawat inap. Beberapa diantaranya bahkan datang dalam kondisi parah, hingga memasuki fase Dengue Shock Syndrome (DSS). Salah satunya pasien beranam Idom.
Menurut ibunya, Idom mengalami shock yang ditandai dengan keluarnya darah dari hidung, dan kadar trombosit di bawah 50 ribu milimeter.
Penderita yang mengalami shock umunya karena keluarga semula tidak menyadari jika pasien terserang DBD dan dikira hanya menderita demam biasa.
Menurut data rumah sakit, lonjakan penderita DBD terjadi sejak bulan Desember lalu, yang jumlahnya mencapai 71 penderita. Jumlah tersebut naik signifikan bulan Januari, memasuki minggu ke 3 bulan Februari ini total jumlah penderita yang dirawat mencapai 200 lebih penderita.
Selain rendahnya kesadaran warga menjaga kebersihan lingkungan, mewabahnya DBD juga dipengaruhi faktor musim hujan. Untuk mengantisipasi jatuhnya korban, warga dihimbau untuk mengintensifkan kegiatan 3M dan segera memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit jika demam tinggi selama 3 hari berturut-turut.(Tomi Iskandar,Her)