indosiar.com, Yogyakarta - Menyusul maraknya penangkapan terhadap para pengikut aliran Al Qiyadah Al Islamiyah sejumlah pengikut aliran tersebut Rabu (31/10/07) kemarin, mengatakan bertaubat dan kembali ke ajaran Islam yang benar. Dua pengikut di Yogyakarta mengatakan bertaubat dengan mendatangi Kantor Pusat Majelis Mujahidin Indonesia.
Kedua anggota Al Qiyadah Al Islamiyah ini adalah Aswar asal Medan dan Irwan asal Tegal Rejo, Yogyakarta. Mereka datang ke Markas Besar Majelis Mujahidin Indonesia di Karangloh Kota Gede kemarin malam untuk menyatakan bertaubat.
Keduanya disambut hangat para aktivis Majelis Mujahidin atas kerelaannya mengakui bahwa aliran yang selama ini dianutnya adalah salah dan sesat. Dalam kesempatan tersebut, kedua pemuda ini diberi bimbingan agama oleh seorang ustadz dan selanjutnya mengucapkan kembali dua kalimat shahadat.
Menurut Aswar, di Yogyakarta saat ini sedikitnya terdapat 5 ribu pengikut aliran Al Qiyadah Al Islamiyah. Ia bertekad akan mengajak teman-temannya agar kembali ke ajaran Islam yang benar.
Sementara itu Abdul Malik Amrullah, seorang mahasiswa asal Desa Narmada, Lombok Barat yang saat ini duduk di semester tujuh di sebuah universitas di Yogyakarta akhirnya diserahkan orangtuanya ke Polsek Narmada untuk bertaubat.
Menurut putra pertama pasangan Malik dan Nurhayati ini, ia mengenal ajaran sesat sejak 10 bulan yang lalu melalui perantara rekannya sesama mahasiswa di Yogyakarta. (Tim Liputan/Sup)