indosiar.com, Brebes - Diduga menyelewengkan uang pembangunan masjid untuk kampanye seorang calon anggota legislatif (caleg) diserbu warga. Aksi massa ini nyaris berakhir dengan kekerasan saat digelarnya dialog antara sang caleg dengan warga di balai desa setempat. Beruntung aparat kepolisian segera tiba dilokasi kejadian sebelum massa melampiaskan kekesalan kepada sang caleg.
Tuduhan penggunaan dana pembangunan masjid untuk kampanye ini ditujukan kepada Wahyono, warga Desa Wana Tirta, Kecamatan Paguyangan, Brebes yang juga caleg dari Partai Barisan Nasional (Barnas). Wahyono yang menyadari akan diserbu warga segera ke balai desa untuk berdialog dengan warga.
Dialog pun segera digelar saat warga tiba di balai desa, namun warga yang sudah emosi justru nyaris menghakimi sang caleg yang diduga telah menyelewengkan dana pembangunan masjid untuk kegiatan kampanye. Aksi pengeroyokan berhasil dikendalikan puluhan anggota Polsek Paguyangan yang telah bersiaga di balai desa.
Suasana dialog kembali memanas saat Wahyono membantah telah menggelapkan dana pembangunan masjid sebesar 70 juta untuk kegiatan kampanye. Menurut Wahyono, sebagian dana dari APBD Kabupaten Brebes itu dipakai untuk membiayai keperluan pembangunan masjid, sebagian lainnya tersimpan di rekening BNI atas nama dirinya.
Namun warga tidak mempercayai penjelasan ini, karena dana yang sudah digelontorkan sejak awal Oktober 2008 lalu hingga saat ini belum terlihat ada bukti berupa bahan material dan semisalnya. Warga menduga dana tersebut telah diselewengkan untuk biaya kampanye Wahyono. Untuk menghindari amuk massa Wahyono diamankan ke Mapolsek Paguyangan, sementara warga mendesak dana tersebut diserahkan ke pejabat setempat. (Nanang Anna Noor/Sup)